Monday, 6 January 2014

Untuk Mu yang tak pernah lelah menyayangi ku



Maafkan hamba yang sering berjalan di muka bumiMu dengan mata bisa melihat, tetapi buta. Telinga bisa mendengar, tetapi tuli. Mulut bisa berbicara, tetapi bisu. Kaki bisa berjalan, tetapi lumpuh. Dan sering merasa paling pintar, tetapi sesungguhnya bodoh. 

Maafkan hamba jika masih sering mengeluh atas setiap takdir yang Kau tetapkan untuk hamba. Kadang hamba tak mampu membaca rahasiaMu, membaca maksud yang tersirat atas setiap takdirMu.

Maafkan hamba  yang kurang bersyukur atas setiap nikmat yang Kau berikan. Seringkali kenikmatakan membutakan mata hati ini. Hingga tanpa tersadar lupa mengucap syukur kepadaMu.

Maafkanlah jika hamba selalu ingkar ,Betapa seringnya hamba bertaubat, tetapi tanpa tersadari hati kembali ingkar kepadaMu. Betapa sering hamba memohon ampun, tetapi hati kembali mengotorinya. 

Sahabat, keluarga, dan semua orang menganggap hamba orang baik. Namun jika mereka tahu betapa hinanya hati ini, seberapa kotornya hati ini, mungkin mereka tak sudi mengenal hamba, menatap wajah hamba. Tetapi lagi-lagi Kau tutupi semua aib hamba Mu ini di depan mereka. Kau biarkan hamba terlihat baik di depan mereka, Namun sesungguhnya diri ini hanya seorang hamba yang hina dihadapaMu.

Tak tahu sampai kapan Engkau izinkan hambaMu ini hidup di dunia . Semua adalah rahasiaMu. jikalau nanti  tiba saat itu, saat dimana malaikat maut menjemput, bimbinglah lisan ini  untuk selalu menyebut namaMu. Jangan biarkan hamba menyebut sesuatu yang hamba cintai di dunia ini. Hamba ingin kembali kepadaMu, tanpa membawa cinta yang lain selain cintaku padaMu. Matikanlah hamba dalam khusnul khotimah dan penuhi dada ini dengan rasa rindu berjumpa denganMu di syurgaMu.

Sembah sujudku,
Hamba yang penuh dosa

No comments:

Pages - Menu